IKLAN

www.jaringanpenulis.com

SMKN 4 Bone Sulawesi Selatan: Pasir Warna Sebagai One School One Product

 


SMK adalah singkatan dari Sekolah Menengah Kejuruan. SMK adalah sekolah yang setara dengan SMA, hanya saja SMK lebih fokus pada bidang tertentu. Misalnya mempelajari tentang bagaimana membuat pasir yang berwarna-warni yang indah, seperti yang dibuat oleh SMKN 4 Bone, Sulawesi Selatan ini.

Bukan SMK namanya kalau tidak membuat eksperimen yang menarik seperti proyek membuat pasir warna ini. Ide membuat pasir warna seperti yang disampaikan oleh Bapak Kepala Sekolah SMKN 4 Bone, Andi Faisal, ini ada semenjak masa pandemi berlangsung. Seingat beliau, ide ini muncul dari guru produktif program keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura (ATPH) kemudian dikembangkan bersama sama dengan siswa dalam memproduksinya seperti membuat tetharium-nya. 

Kebetulan juga, banyak masyarakat yang mengoleksi tanaman bunga-bunga. Jadi mungkin dengan adanya pasir warna ini, bisa menambah kecantikan bunga-bunga itu dalam wadah kaca. Akhirnya jadilah anak SMKN 4 Bone ini membuat pasir warna ini.

Membuat produk, tentu ada keunggulan yang ingin disampaikan walau pun secara tidak langsung. Kata Andi, keunggulan produk pasir warna ini adalah: 1) Pemanfaatan limbah seperti potongan-potongan kaca sebagai wadahnya; 2) Tampilan unik dan terlihat menarik, beda dengan yang lain; 3) Dipasarkan dengan  relatif mahal karena desain dan tampilan beda dengan pot biasa.

Lalu, untuk waktu pembuatan pasir warna ini biasanya dalam satu wadah bisa sampe 1-2 jam, tergantung dari kreatifitas si pembuatnya. Jadi, semakin rumit ya semakin lama.

Bahan-bahan yang digunakan dalam membuat pasir warna ini antara lain adalah: 1) Media kaca, bisa dari gelas, toples, atau limbah-limbah kaca dari pengusaha lemari-lemari yang sudah tidak terpakai; 2) Pasir. Kebetulan daerah SMKN Bone adalah daerah pesisir jadi mereka memanfaatkan pasir pantai. 3) Pewarna. Untuk pewarna ini, mereka menggunakan pewarna makanan yang tidak ada zat kimianya. 4) Corong; dan 5) Pipet.

Lalu kira-kira berapa modal yang dibutuhkan untuk sekali produksi?

Kata Andi, ini biayanya sangat murah karena hanya membeli pewarna makanan dan juga lem jika membuat wadah dari potongan kaca.

Namun bila sudah jadi bisa menjadi mahal. Karena dalam prosesnya dibutuhkan ide dan kreatifitas yang tinggi dalam menciptakan satu media tanam dengan pasir warna ini.

Untuk sementara ini, cara pengenalan produk pasir warna ini adalah dengan menampilkannya di kanal YouTube sekolah serta diikutkan di acara pameran sekolah. Sementara untuk strategi pemasaran, produk pasir warna ini sudah bisa didapatkan secara online seperti di media sosial facebook, instagram, dll. atau pun langsung datang ke sekolah SMKN 4 Bone Sulawesi Selatan.

Lalu berapa kisaran harga produk?

Tergantung dari besar kecil wadah yang digunakan dan kerumitan proses membuatnya. Harga dibandrol mulai dari 50 ribu hingga 150 ribu per wadah. Tergantung dari besar dan keunikannya.

Kabar baiknya tentang produk pasir warna ini adalah bahwa Kadis Pendidikan Bone men-support bahkan menantang apakah produk ini bisa menjadi one school one product atau produk unggulan sekolah.

Selain pasir warna, SMKN 4 Bone Juga membuat sejumlah karya yang tidak kalah menariknya. Kata Pak Andi, ada lagi produk-produk siswa dari keahlian Teknik Pengelasan yaitu: pembakaran ikan, rak-rak tempat bunga, ayunan, pengaman jendela ruangan dll. Namun itu semua hanya dibuat tergantung sesuai pesanan.

Kepala Sekolah SMKN 4, Andi Faisal, berpesan singkat setelah kami wawancarai. Kata beliau: "...Semoga siswa semakin kreatif dalam menghasilkan suatu produk. Anak-anak SMK dituntut selain unggul dalam bidang akademik, mereka juga harus mampu berwirausaha sehingga menimbulkan lapangan kerja baru yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat."

Website Sekolah: smkn4bone.sch.id

YouTube: SMKN 4 Bone Official

 

Posting Komentar

0 Komentar